Tahun
ini merupakan tahun yang penting bagi wahana Cassini (Cassini spacecraft), sebab wahana tersebut telah memulai orbit
terakhirnya yang menandai akhir dari misi yang panjang mengorbit Saturnus dan
beberapa satelitnya, dan akan terjun bebas ke dalam atmosfer planet bercincin
tersebut. Tapi apa sih Cassini ini? Berikut ulasannya.
Cassini
adalah sebuah wahana yang dirakit dan diluncurkan oleh tiga lembaga antariksa
yakni NASA, ESA, dan badan antariksa Italia. Diluncurkan pada 15 Oktober 1997,
Cassini mempunyai misi untuk meneliti lebih jauh mengenai sistem Saturnus, terutama
satelit dan cincin planet tersebut. Sejauh ini, Cassini sudah banyak
mengirimkan data penting hasil eksperimen tentang sistem planet tersebut. Temuan-temuan
tersebut antara lain ditemukannya satelit-satelit baru yang mengorbit Saturnus
yang selama ini belum pernah terdeteksi sebelumnya. Satelit tersebut di
antaranya; Anthe, Aegaeon, Daphins, Methone, dan Pallene. Selain itu Cassini
juga menemukan satelit dengan bentuk yang aneh seperti Hyperion yang berbentuk
spons, Atlas, dan Pan yang memiliki bentuk seperti kue. Saturnus sebenarnya
memiliki lebih dari 50 buah satelit yang mengorbitnya, namun hanya sedikit yang
terkonfirmasi.
![]() |
| Pan, satelit milik Saturnus |
Temuan
besar lainnya adalah ditemukannya geiser di permukaan Enseladus, salah satu
satelit besar milik Saturnus geiser ini menyembur dari lubang-lubang
hidrotermal aktif dari perut Enseladus. Temuan ini terbilang penting karena
Enseladus dinilai memiliki samudera yang luas di balik permukaannya yang
dingin. Para ilmuwan juga berasumsi bahwa Enseladus mungkin memiliki bentuk
kehidupan asing berupa mikro organisme di dalam samuderanya. Sebab air
merupakan komponen utama untuk terbentuknya sebuah kehidupan, layaknya di Bumi.
![]() |
| Semburan geiser dari permukaan Enseladus |
Cassini
juga memiliki penumpang berupa wahana lain yang bernama Huygens. Huygens
memiliki misi untuk meneliti Satelit Saturnus bernama Titan. Pada tahun 2005,
Cassini menjatuhkan Huygens ke permukaan Titan dan menemukan danau dan sungai
di permukaan satelit tersebut. Bukannya air sungai atau air danau seperti di
bumi, namun yang ditemukan adalah sungai dan danau berupa hidrokarbon berbentuk cair. Di
Bumi, hidrokarbon hanya ditemukan berwujud gas dan mudah terbakar. Titan
merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer seperti
Bumi. Selain atmosfer, Titan juga memiliki siklus hidrologi dan satu-satunya
obyek di Tata Surya yang memiliki hujan seperti d bumi. Huygens berhasil
mengirim data mengenai Titan sebelum wahana ini akhirnya mati dengan
menyelesaikan misinya. berikut citra permukaan Titan oleh wahana Huygens:
Misi
selesai
Setelah
empat belas tahun mengorbit dan meneliti Saturnus dan satelit-satelitnya, Cassini
pada akhirnya akan mengakhiri misinya dengan terjun bebas ke dalam Planet
bercincin indah tersebut. Orbit terakhir dimulai pada tanggal 22 April 2017. Dan
pada tanggal 15 September nanti, Cassini akan masuk ke dalam atmosfer Saturnus dan
menjadi bagian dari planet tersebut selamanya, planet yang telah ditelitinya
selama bertahun-tahun.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar