Klik

IBX5A8125097D0FA

Selasa, 25 April 2017

MENGENAL CASSINI, WAHANA YANG MENGORBIT SATURNUS



Tahun ini merupakan tahun yang penting bagi wahana Cassini (Cassini spacecraft), sebab wahana tersebut telah memulai orbit terakhirnya yang menandai akhir dari misi yang panjang mengorbit Saturnus dan beberapa satelitnya, dan akan terjun bebas ke dalam atmosfer planet bercincin tersebut. Tapi apa sih Cassini ini? Berikut ulasannya.


Cassini adalah sebuah wahana yang dirakit dan diluncurkan oleh tiga lembaga antariksa yakni NASA, ESA, dan badan antariksa Italia. Diluncurkan pada 15 Oktober 1997, Cassini mempunyai misi untuk meneliti lebih jauh mengenai sistem Saturnus, terutama satelit dan cincin planet tersebut. Sejauh ini, Cassini sudah banyak mengirimkan data penting hasil eksperimen tentang sistem planet tersebut. Temuan-temuan tersebut antara lain ditemukannya satelit-satelit baru yang mengorbit Saturnus yang selama ini belum pernah terdeteksi sebelumnya. Satelit tersebut di antaranya; Anthe, Aegaeon, Daphins, Methone, dan Pallene. Selain itu Cassini juga menemukan satelit dengan bentuk yang aneh seperti Hyperion yang berbentuk spons, Atlas, dan Pan yang memiliki bentuk seperti kue. Saturnus sebenarnya memiliki lebih dari 50 buah satelit yang mengorbitnya, namun hanya sedikit yang terkonfirmasi.
Pan, satelit milik Saturnus

Temuan besar lainnya adalah ditemukannya geiser di permukaan Enseladus, salah satu satelit besar milik Saturnus geiser ini menyembur dari lubang-lubang hidrotermal aktif dari perut Enseladus. Temuan ini terbilang penting karena Enseladus dinilai memiliki samudera yang luas di balik permukaannya yang dingin. Para ilmuwan juga berasumsi bahwa Enseladus mungkin memiliki bentuk kehidupan asing berupa mikro organisme di dalam samuderanya. Sebab air merupakan komponen utama untuk terbentuknya sebuah kehidupan, layaknya di Bumi.
Semburan geiser dari permukaan Enseladus

Cassini juga memiliki penumpang berupa wahana lain yang bernama Huygens. Huygens memiliki misi untuk meneliti Satelit Saturnus bernama Titan. Pada tahun 2005, Cassini menjatuhkan Huygens ke permukaan Titan dan menemukan danau dan sungai di permukaan satelit tersebut. Bukannya air sungai atau air danau seperti di bumi, namun yang ditemukan adalah sungai dan danau berupa hidrokarbon berbentuk cair. Di Bumi, hidrokarbon hanya ditemukan berwujud gas dan mudah terbakar. Titan merupakan satu-satunya satelit di Tata Surya yang memiliki atmosfer seperti Bumi. Selain atmosfer, Titan juga memiliki siklus hidrologi dan satu-satunya obyek di Tata Surya yang memiliki hujan seperti d bumi. Huygens berhasil mengirim data mengenai Titan sebelum wahana ini akhirnya mati dengan menyelesaikan misinya. berikut citra permukaan Titan oleh wahana Huygens:



Misi selesai



Setelah empat belas tahun mengorbit dan meneliti Saturnus dan satelit-satelitnya, Cassini pada akhirnya akan mengakhiri misinya dengan terjun bebas ke dalam Planet bercincin indah tersebut. Orbit terakhir dimulai pada tanggal 22 April 2017. Dan pada tanggal 15 September nanti, Cassini akan masuk ke dalam atmosfer Saturnus dan menjadi bagian dari planet tersebut selamanya, planet yang telah ditelitinya selama bertahun-tahun.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGENAL CASSINI, WAHANA YANG MENGORBIT SATURNUS

Tahun ini merupakan tahun yang penting bagi wahana Cassini ( Cassini spacecraft ), sebab wahana tersebut telah memulai orbit terakhir...